Survei LSI: Kasus Al-Maidah, 73,2% Penduduk Jakarta Menyalahkan Ahok
[portalpiyungan.co] JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) kembali melansir hasil risetnya untuk Pilgub DKI Jakarta 2017, Kamis (10/11/2016).
Dilansir di situs Inspirasi.co, Denny JA menyebutkan Survei dilakukan pada tanggal 31 Oktober - 5 November 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4.8%. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan depth interview).
Dari hasil survei ini, Elektabilitas Ahok terus merosot. Saat ini, di November 2016, Elektabilitas Ahok sudah dibawah 30%, yaitu diangka 24.6 %. Elektabilitas Ahok turun 6,8 % dari survei yang sama di bulan Oktober 2016 (31.4 %).
Kasus dugaan penistaan Agama (Kasus Al Maidah) salah satu faktor utama turunnya suara Ahok di November 2016.
Jika Pilkada DKI Jakarta dilaksanakan pada saat survei dilakukan (November 2016), ketiga kandidat bersaing ketat dalam margin of error. Pasangan Basuki Tjahaya Purnama (AHOK)-Djarot memperoleh dukungan sebesar 24.6%, ditempel pasangan Agus H.Yudhoyono-Sylviana memperoleh dukungan 20.9 % di urutan dua dan urutan tiga pasangan Anies-Sandi memperoleh dukungan sebesar 20.0 %. Mereka yang menyatakan rahasia, tidak menjawab, dan belum memutuskan sebesar 34.50 %.
Mengapa AHOK makin merosot? LSI menemukan ada 4 (empat) alasan. Keempat alasan tersebut adalah :
Pertama, efek surat Al Maidah.
Kasus dugaan penistaan agama ini menjadi perhatian publik Jakarta secara luas. Survei LSI menunjukan sebesar 89.30 % responden menyatakan mereka mengetahui kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Hanya dibawah 10% saja yang mengatakan tak pernah mendengar.
Dari mereka yang pernah mendengar, sebanyak 73.20% menyatakan pernyataan Ahok tersebut sebuah kesalahan. Hanya sebesar 10.50% saja yang menyatakan pernyataan tersebut bukan sebuah kesalahan.
Mereka yang menyatakan pernyataan Ahok ini sebuah kesalahan, merata di semua segmen masyarakat. Baik mereka yang laki-laki maupun perempuan, berpendidikan tinggi maupun rendah, ekonomi mapan maupun “wong cilik”, berpandangan sama itu kesalahan Ahok.
Di pemilih Muslim, mereka yang menyatakan Ahok bersalah sebesar 77.90 %. Sementara di pemilih non muslim yang menyatakan Ahok bersalah sebesar 21.20 %. Ada 33.30 % mereka yang non muslim yang menyatakan Ahok tidak bersalah. Sementara sebesar 45.50 % dari pemilih non Muslim tidak bersikap.
Respon pemilih muslim dan non muslim ternyata sangat berbeda soal Ahok untuk kasus surat Al Maidah.
Selain menilai pernyataan Ahok sebagai sebuah kesalahan, mayoritas publik pun menyatakan pernyataan Ahok soal Al Maidah Ayat 51 itu bentuk penistaan agama.
Ini persepsi publik, terlepas dari proses hukum yang berjalan. Sebesar 65.7 % menyatakan pernyataan Ahok yang menyentil surat Al Maidah ayat 51 adalah bentuk penistaan agama. Dan hanya 13.5 % yang menyatakan pernyataan Ahok bukan penistaan agama.
Mayoritas publik pun mendukung adanya proses hukum terhadap Ahok meskipun Ahok telah meminta maaf. Sebesar 63.7 % menyatakan mendukung proses hukum terhadap Ahok.
Alasan kedua penyebab merosotnya dukungan Ahok di bawah 30 persen, bahkan di bawah 25 persen adalah resistensi atas pemimpin beda agama. Semakin bertambah pemilih muslim yang tidak bersedia mendukung pemimpin karena beda agama.
Saat ini (November 2016), pemilih muslim yang tidak bersedia dipimpin oleh Gubernur Non Muslim sebesar 63.4 %. Prosentase ini naik dari survei Oktober 2016 lalu yang sebesar 55.6 %. Dan jauh meningkat dibanding survei Maret 2016 yaitu sebesar 40.0%.
Ketiga, tingkat kesukaan (favourability) Ahok makin turun
Di survei Maret 2016, tingkat kesukaan Ahok masih sebesar 71.3 %. Di Juli 2016, tingkat kesukaan Ahok sebesar 68.9 %. Di bulan Oktober 2016, tingkat kesukaan sebesar 58.2 %. Dan saat ini, di survei November 2016, tingkat kesukaan Ahok sudah dibawah 50% yaitu sebesar 48.30%.
Keempat, personaliti dan kebijakan Ahok. Turunnya suara Ahok juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lama yang sudah muncul sebelumnya. Faktor personaliti adalah terkait persepsi arogan dan pongah yang tercermin dari cara berbicara dan gaya kepemimpinan Ahok.
Mister Dewa
This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.
